Pendidikan di negeri ini begitu terpuruk, meski banyak yang sekolah tapi juga ada yang tidak sekolah. Khususnya pada anak-anak usia dibawah 12 tahun, masih banyak yang ndak bisa sekolah. Akankah generasi bangsa ini harus menjadi orang-orang yang bodoh. Tidak hanya generasinya saja, melainkan fasilitas penunjang pendidikan, masih banyak yang tidak mendapatkan perhatian daripemerintah, khususnya sekolah-sekolah di pelosok pedesaan.Masih banyak yang atapnya bocor, gedungnya udah reyot mau runtuh, dan jika hujan kadang juga ada yang banjir. Tapi anehnya biaya buat pendidikan dari tahun ke tahun bertambah mahal dan fasilitas-fasilitas pendidikan semakin tidak layak.
Penulis ingat dulu saat masih sekolah di bangku sekolahan dasar tepatnya di desa wonomlati bernama SDN Wonomlati 2 di kecamatan krembung Sidoarjo. Sekolah dasar deket sama sungai kecil, disaat kemarau ndak teraliri air tapi saat musim penghujan dialiri air dan selalu banjir. Tadinya murid-murid berangkat sekolah menggunakan sepatu tapi saat masuk kelas harus berceker ria alias tanpa beralas kaki. Udah gitu gedungnya juga udah keropos. Dulu masih ingat pas lagi duduk bersandar di tembok, temboknya di tekan saja udah rapuh.
Itu tadi sekilas dari gambaran tentang fasilitas pendidikan di tempat saya, berkembangnya suatu negara bukan berarti dari tingkat perekonomian dari suatu negara tapi perlu diperhatikan pula Pendidikan di suatu negara apakah sudah layak. Negara yang maju bukan berarti negara yang kaya tapi negara yang didalamnya dipenuhi orang-orang pintar dan berpendidikan. Negara-negara adidaya dan negara-negara maju didalamnya dipenuhi orang-orang pintar dan berpendidikan di dalamnya, Amerika maju karena fasilitas pendidikannya juga maju, jepang, korea selatan, china, india, inggris, Rusia, dan lainnya juga fasilitas pendidikannya maju. Jika fasilitas pendidikannya maju maka akan menciptakan orang-orang yang pintar, maka dari itu cepat buat suatu negara menjadi berkembang dan maju.
Maaf jika ada tulisan dari penulis yang salah.Terimakasih